Roman kedua Tetralogi ini adalah periode observasi mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke dihadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan Sidoarjo dan pertemuannya dengan Khouw Ah Soe, seor…
Midun tidak habis pikir , bagaimana mungkin kacak penghulu yang kaya raya, bangsawan tinggi kemenakan raja dikampungnya.
Menjadi pengawas diet arga berarti pertengkaran tanpa henti, rencana diet yang berantakan dan berkurangnya waktu yang dinikmati bersama kak rama, dietisien diklinik kesehatan mama.namun, asha nggak punya pilihan . ia harus profesional dabn berusaha berdamai dengan terutama masa lalunya tapi bisakah ?
BUKU INI BECERITA BAGAIMANA SEORANG BELLA MENGGEMARI BOLLYWOOD DENGAN CARA BERBEDA. CEWEK INI NGGAK HANYA NONTON FILM, TAPI JUGA BELAJAR BAHASI HNDI, TARI INDIA, SAMAPAI BERTEMAN DENGAN ORANG INDIA YANG TINGGAL DI INDONESIA.
Aloy dan Keira kelihatan sudah saling suka sejak lama, tapi mereka sama-sama nggak mengungkapkannya, demi status sakral bernama persahabatan. Lalu, Arsen, anggota baru klub baseball Aloy, masuk ke dalam lingkaran hubungan mereka. Lebih jauh lagi, Arsen mencoba mengetuk pintu hati Keira. Melihat Arsen dan Keira semakin dekat, Aloy menyadari sesuatu mulai bergejolak di dalam hatinya. Sejak itu…
Jentera adalah roda pemintal benang. Jika jentera lepas, benang akan beruraian kusut. Demikian juga kehidupan, diputar oleh jentera nasib masing-masing. Tangan-tangan tak terlihat, tak tepermanai raksasanya, mengusutkan jalan kehidupan. Siapa pula yang masih mau menggulung benang kehidupan yang morat-marit? Siapa pun mungkin saja hidupnya menjadi kusut, atau malahan ikut mengusutkan kehidupan o…
apa itu kebebasan ? apakah kehendak bebas benar benar ada ? apakah manusia bebas benar benar ada ?
sepotong kisah tentang kegagapan manusia di tengah zaman yang berubah cepat, yang tak memberi kesempatan setiap orang untuk diam dan mengenang, berhenti dan kembali ke belakang.
buku patembayatan jati, mendokumentasi kesaksian para sastrawan mengenai " proses kreatif" balai bahasa daerah istimewa yogyakarta salama satu dasa warsa ketika menjadikan institusi pemerintah ini sebagai rumah bahasa dan sastra di yogyakarta.