Novel anak karya mochtar lubis ini menantang, mengasyikkan, dan mengajak para pembaca untuk mengenal, memahami, dan menghargai lingkungan serta budaya bangsa sendiri.
Penolakan dan rasa sakit yangselama ini dirasakan Alie Ishala Samantha, berbalik di rasakan oleh keluarga Jdorkasa- Ayah, Sadipta, Rendra, Samuel dan Natta
Shena Magnolia, perempuan berusia 20 tahun harus beradaptasi denganhal-hal baru yang membuat perubahan besar dalam hidupnya. Ia dipaksa hidup berdampingan dengan Ambar, seseorang yang harus ia panggil dengan sebutan mama. Namun bukannya kembali menghadirkan sosok ibu yang telah lama hilang dari hidupnya, Ambar justru membuat shena merasa jauh dengan ayahnya sendiri, Jonathan.
Hazel, perempuan dengan kepribadian yang rumit, telah memantik rasa penasaran Jarvis. Di mata jarvis, Hazel terlihat begtu tangguh dan penuh percaya diri. Namun, Jarvis tidak tahu, kalau diam-diam, Hazel menyimpan banyak luka di hatinya. Perempuan itu menjalani kehidupan layaknya panggung teater yang dipenuhi kepura-puraan.
Leila bercerita tentang kejujuran, keyakinan, telad, prinsip dan pengorbanan...Banyak idiom dan metafor baru di samping pandangan falsafi yang terasa baru karena pengungkapan yang baru. Sekalipun bermain dalam khayalan, lukisan-lukisannya sangat kasat mata.
Bahagia atau tidak, mengenang masa kecil adalah hal yang dirindukan atau mungkin sangat menyakitkan. Namun bahagia atau tidak kita saat kecil, apakah ada yang bisa menjamin dewasanya akan benar-benar bahagia ?
Catur mendapati ayah kandungnya yang menghilang adalah kunci dari terpelintirnya dua garis waktu. Sesuatu telah mengaduk waktu di Kota Bogor, hingga kepingan Bogor satu abad lalu hadir dan berjalan beriringan dengan Bogor masa kini layaknya foto lentikular.
Terlahir sebagai seorang sinyo membuat Darmabumi sering kali menerima perlakuan tidak mengenakkan dari kawan- kawannya di Hoogere Burger School. Tidak cukup sampai di situ, rumor yang mengatakan bahwa Darmabumi adalah antek-antek pribumi bersenjata tiba-tiba beredar, membuat orang-orang enggan berurusan dengan darmabumi dan dua sahabatnya, William dan Hansen
Pada perang Jepang-Tiongkok, tepatnya di Shanghai penghabisan tahun 1931, tiga hari lamanya saya terkepung di belakang jalan bernama North Sichuan Road, tempat peperangan pertama kali meletus.
Mencintai dalam diam adalah pekerjaan paling merepotkan. Pekerjaan paling menguras tenaga, waktu dan perasaan. Tiada hari tanpa merindu dan tiada hari tanpa berharap. Menanti tapi tidak mengerti apakah penantian ini layak untuk diperjuangkan ?